Diajak Nari, Eh Taunya Diajak ke Luar Negeri!

Di pertengahan tahun kemarin ini ada teman-teman kita loh yang jadi delegasi ke Polandia yaitu Diadra, Dita, Nurul dan Nadya. Mereka berangkat ke Polandia, kurang lebih selama seminggu. Disana mereka memperkenalkan budaya, tarian dan musik khas Indonesia di festival di kota Płock, Polandia yang dinaungi oleh CIOFF (Conseil International des Organisations de Festivals de Folklore et d’Arts Traditionnels) dan di artikel ini mereka akan ceritain kenapa bisa ke Polandia dan ngapain aja, simak yuk wawancara dengan 4 teman kita ini…

nurul-copy
Nurul Nitagunadi

Yang pertama ada Nurul, jadi Nurul sendiri masuk ke Pasir Putih untuk menampilkan tarian – tarian dari Indonesia. Tahun ini, tarian yang ditampilkan itu ada Greget Jawara, Yapong, Enggang Balian, Topeng, Tifa. Mereka awalnya latihan di Jatinangor, lalu 2 minggu sebelum berangkat ke Polandia, mereka mematangkan latihan mereka di Jakarta.
Kegiatan disana ada parade, nyanyi di gereja, nari di rumah yatim piatu, nari bersama buat pengenalan budaya masing-masing, nari di alun-alun, nari buat pembukaan dan penutupan festival, banyak banget pengalaman menarik yang didapet disana. Kata Nurul sih, “Jadi tau tarian tradisional yang unik, seneng bisa belajar tarian sama alat musik, terus ketemu banyak orang baru, terutama bule!”
“Jangan ragu buat upgrade diri sendiri kalo ada kesempatan.” Tambahnya.

diadra-copy
Diadra Mutia

Selanjutnya ada cerita dari Diadra. Temen kita yang biasa dipanggil Didi ini sebetulnya emang udah tertarik untuk ikutan Pasir Putih ini sejak tahun 2014, tapi belum terwujud karena kurang nyari informasi. Nah, kebetulan tahun ini diajak untuk ikutan dan memilih main musik ketimbang menari seperti Nurul.
Perempuan kelahiran Jakarta ini emang bercita-cita kalau tahun ini bisa pergi ke luar negeri, tapi bukan untuk liburan, tapi untuk nyari benefit dan pengalaman, seperti Pasir Putih ini yang bertujuan membawa misi budaya. Pengalaman yang didapat Didi pun banyak sekali. Seperti nambah temen, bisa lebih berani lagi buat ngobrol sama orang asing, nambah pengetahuan tentang negara dan budaya lain.
“Yang namanya kendala kan pasti ada, tapi beneran percaya deh asal emang tujuannya baik dan berusaha untuk mencapai tujuannya itu. Pasti akan tercapai kok tujuannya.” Ujarnya.

s_5233278687283
Utami Parhadita

Sama seperti Didi yang diajak untuk ikutan Pasir Putih, Dita pun bercerita kalau saat itu salah satu temennya ngajak karena Pasir Putih masih nyari pemain musik. Kebetulan Dita ini suka bermain musik, suka belajar hal-hal baru, dan juga suka kesenian tradisional. Dan akhirnya memutuskan untuk bergabung.
“Seru banget saat festival bisa kenalan sama negara lain dan Indonesia satu-satunya negara dari Asia yang ikut berpartisipasi di Vistula Folk Festival. Seneng juga karena akhirnya bisa ngerasain ke Paris dan interaksi sama orang-orang disana.”
Ternyata, yang dipelajarin bukan hanya bermain musik atau menari loh camarades! Di CIOFF pun mengajarkan untuk ngejaga nama Indonesia di sana. Mulai dari cara berpakaian, makan, dan beramah ramah sama orang lain itu harus dijaga sekali, karena sebagai delegasi mereka harus menjaga nama baik Negara di mata dunia.
“Intinya jangan lupa membaur sama delegasi lain dan temen sesama negara.”

nadya-copy
Nadyah Amalina

Dari kecil udah tertarik sama seni tari, dan dikasih tau temen yang udah daftar duluan di Pasir Putih. Ya pasti Nadyah langsung daftar! Hehe.
“Dari pertama dateng sampe pulang serunya gak putus-putus.” Sahutnya senang.
Disana Nadyah bisa nari hampir setiap harinya dari mulai di alun-alun kota Płock, di Panti Asuhan, di Studio Teater, di Taman Kota, dan lain-lain. Selain itu juga, di sana Nadyah dapet temen sesama penari dan pemusik dari 5 Negara Eropa yang ikut berpartisipasi. Menurut Nadyah masyarakat Płock nggak berhenti – berhenti ngasih antusiasme ke penari Indonesia dengan cara mengambil foto, mencium.
“Diciumin sama ibu – ibu disana maksudnya. Hehe. Emang disana budaya nya suka cium pipi.” Terang Nadyah.
Juga selama disana Nadyah dan yang lain sering sekali masuk tv dan koran lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *